GORONTALO – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo mengikuti kegiatan sosialisasi mengenai transformasi digital dalam pengelolaan data keimigrasian secara daring pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Teknologi Informasi Keimigrasian ini berfokus pada dua agenda utama: pemanfaatan Aplikasi Layanan Data Keimigrasian (LDK) serta optimalisasi penggunaan Google Workspace di lingkungan satuan kerja.
Akselerasi Digitalisasi dan Kepastian Hukum
Dalam arahannya, Direktur Teknologi Informasi Keimigrasian menekankan pentingnya peralihan penuh dari sistem konvensional menuju digitalisasi guna meningkatkan efisiensi birokrasi. Hal ini ditandai dengan perubahan signifikan dalam proses pengajuan permohonan layanan data, yang kini sepenuhnya beralih dari penggunaan surat manual menjadi surat digital melalui sistem yang terintegrasi.
Peralihan ini didasarkan pada landasan hukum yang kuat terkait layanan data keimigrasian. Selain itu, sejalan dengan rencana aksi instansi, seluruh proses pengelolaan data kini mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Implementasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pertukaran informasi tetap menjaga kerahasiaan dan keamanan data pemohon.
Aplikasi LDK: Menghapus Praktik Informal
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah perbandingan metode permintaan data. Selama ini, terdapat kecenderungan permintaan data dilakukan melalui jalur informal ("ordal" atau pesan singkat pribadi) maupun melalui aplikasi Srikandi. Namun, dengan hadirnya Aplikasi Layanan Data Keimigrasian (LDK), proses bisnis permintaan data kini menjadi lebih transparan dan terukur.
Aplikasi LDK dirancang untuk mengelola berbagai jenis data keimigrasian secara sistematis. Proses bisnisnya mencakup tahap verifikasi hingga validasi yang melibatkan peran aktif Kantor Imigrasi sebagai penyedia atau pengelola data di tingkat daerah. Dengan metode ini, setiap permintaan data memiliki jejak audit yang jelas dibandingkan melalui pesan singkat pribadi yang berisiko tinggi terhadap keamanan informasi.
Optimalisasi Google Workspace dan Keamanan Akun
Selain aplikasi LDK, sosialisasi ini juga membahas optimalisasi email dinas berbasis Google Workspace. Para peserta diberikan penjelasan mendalam mengenai pengelolaan akun Google yang aman dan fitur-fitur produktivitas yang tersedia dalam ekosistem Workspace untuk menunjang kinerja harian satuan kerja.
Sesi ini juga menyertakan demo singkat mengenai tata cara penggunaan dan pengelolaan fitur-fitur Google Workspace secara efektif. Hal ini bertujuan agar seluruh pegawai di satuan kerja, termasuk Kanim Gorontalo, dapat memanfaatkan teknologi awan (cloud) dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan data dan kolaborasi yang efisien.
Melalui penguatan teknologi informasi ini, diharapkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo dapat memberikan layanan yang lebih cepat, akurat, dan terjaga integritas datanya sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku.

